Pergelutan Negara di Asia Tindak Larangan Poker Online

Pergelutan Negara di Asia Tindak Larangan Poker Online – Negara-negara di Asia nampaknya terus bergelut untuk menindak lanjut persoalan larangan judi. Layaknya negara Kamboja yang memiliki legalitas perjudian. Negara yang mendapatkan julukan sebagai Neraka Dunia akibat masa kelam di zaman sejarah ini, tidak menampikkan adanya kucuran devisa dari legalitas judi.

Wisatawan yang berkunjung ke Kamboja tujuannya tidak hanya jalan-jalan, melainkan untuk judi. Hampir di setiap sudut daerah dari negara yang disebut Kambuja atau Kampuchea ini, memiliki arena perjudian bandarqq. Di mana akan terlihat secara terang-terangan mereka melakukan perjudian. Tawa terbahak sekelompok oerang yang bertaruh, lampu kelap-kelip yang menghiasi, serta sorak-sorai seolah menjadi biasa di sini. 

Terdapat kurang lebih 75 kasino tersebar seantero Kamboja. Poipet, Bavet, O Samach, dan Sihanoukville menjadi kota yang terkenal dengan perjudiannya. Bahkan orang-orang di negara tetangga mereka, seperti Thailand dan Vietnam akan pergi ke kamboja demi merasakan keseruan berjudi di negara yang seolah tanpa larangan untuk melakukan praktik perjudian ini. Ditambah dengan praktik perjudian Poker online yang mudah dilakukan

Orang-orang Thailand berkantong tebal yang hobi berjudi, tidak sungkan untuk menghabiskan uang di meja judi Kamboja. Mereka sangat menikmati bermain di negara ini, tidak perlu bersembunyi, atau masuk bui. Thailand sendiri memiliki hukum yang mengatur persoalan perjudian. Sama sepeerti di Indonesia, negara akan memberikan denda dan kurungan badan untuk pelaku judi, sebagai bentuk larangan Poker online.

Pada tahun 2018 tepat piala dunia berlangsung, Thailand diguncang oleh kehadiran sekelompok polisi yang telah bersiap untuk mengamankan negara mereka dari para penjudi. Adanya larangan berjudi menjadi bukti bahwa negara ini sangat tegas terkait soal judi. Hasil tangkapannya pun mencengangkan. 3.000 orang diamankan atas judi bola dan mereka berhasil mendeteksi lebih dari 100 ribu situs judi.

Hal ini yang mendorong para penggiat judi Thailand berkontong tebal untuk menjalankan hobi berjudinya di Kamboja. Seiring berjalannya waktu Kamboja yang dijuluki Negeri Kedamaian dan Kemakmuran ini berubah meresahkan. Tentunya tindak tanduk kriminal tersebar di sini. Pelakunya kebanyakan ialah penjudi dengan ekonomi yang rumit. Mereka akan berusaha mendapatkan uang demi judi dengan menipu dan mencuri.

Ditambah lagi dengan adanya aliran dana investasi dari Cina. Kota Sihanoukville yang dulunya tidak berpotensi apa-apa, kini menjadi salah satu pusat judi di Kamboja. Banyak investor Cina mulai mengendalikan bisnis kasino di sini. Perkembangan ekonomi tidak turut menjadi suatu keamanan bagi negara, karena dana yang muncul dari sebuah perjudian. Hingga pertumbuhan kriminal juga turut pesat di balik ekonomi negara yang meningkat.

Ekonomi negara meningkat ternyata tidak selaras dengan ekonomi rakyat. Inilah yang menyebabkan negara Asia, seperti Indonesia memberikan larangan Poker online. Judi hanya menguntungkan para pebisnisnya dan menghancurkan para pemainnya, maka agama pun memiliki larangan judi. Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha memiliki larangan akan pertaruhan yang masing-masing tertulis di dalam kitabnya.

Sejak Agustus 2019 lalu, pemerintah Kamboja memutuskan untuk menutup puluhan kasino yang ada campur tangan orang asing. Industri kasino ini telah dirasuki oleh mafia. Pendapatan negara menjadi minim akibat judi online hanya menyumbang pajak seperempat dari pajak kasino. Akibatnya jumlah kasino sisa 36 di Sihanoukville dan jumlah pengangguran lebih dari 7 ribu 700 orang yang merupakan warga lokal.

Mereka berani mengambil keputusan itu karena investasi Cina tidak serta-merta dapat mengendalikan perekonomian Kamboja. Larangan Poker online menjadi keputusan di negara yang melegalkan praktik judi ini. Padahal di negara asalnya, Cina sendiri menyatakan bahwa perjudian adalah sesuatu yang ilegal. Sayangnya penjudi di Cina berlindung di bawah paying hukum provinsi Jiangxi.

Hukum tersebut memperbolehkan seseorang utnuk bermain mahyong dan poker asalkan jumlah uang taruhannya kecil. Jika penjudi bertaruh lebih dari USD28 atau berkisar 393 ribu rupiah, maka dapat dikenakan hukuman. Inilah yang meresahkan warga setempat, khususnya di provinsi Jiangxi. Polisi di kabupaten Yushan akhirnya menindak dengan menutup tempat perjudian ilegal yang menimbulkan keresahan.

Larangan Poker online itu dilakukan dengan untuk melakukan pencegahan kejahatan dan kelompok yang meresahkan warga, serta melakukan netralisasi atas perilaku sosial di daerah setempat akibat masalah perjudian yang kerap kali dikeluhkan. Terutama soal kebisingan yang mengganggu. Hal ini menimbulkan berbagai reaksi dari warga Cina. Ada yang memberikan dukungan ada juga kekecewaan, karena judi mahyong terkenal di sana.

Hukum merupakan suatu peraturan yang dibuat untuk memberikan batasan terhadap tingkah laku dan perbuatan manusia dalam lingukungan bernegara. Tujuannya tentu untuk mencapai ketertiban, kemanan, dan keadilan, serta menindak kekacauan. Pada dasarnya hukum memiliki sanksi atas setiap pelanggarnya. 

Larangan Poker online juga masuk ke dalam hukum. Setiap negara memiliki aturan mengenai judi, meski telah dilegalkan di beberapa negara Asia. Sebab jika negara tidak ada ada batasan, maka tindakan kriminal akan semakin merajalela. Itulah sebabnya, terdapat larangan dalam permainan yang melibatkan taruhan.  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *